RSS

Arsip Tag: ulat bumbung

BISNIS ULAT BUMBUNG “sampingan yang menjanjikan masa depan”

BISNIS ULAT BUMBUNG “sampingan yang menjanjikan masa depan”

ulat bambu ulat bumbung media ulat bumbung yaitu bambu
Siapa sangka akhirnya ulat bumbung menjadi obyek bisnis menarik lantaran permintaan yang terus meningkat, diimbangi dengan harga yang yang selalu memikat.
Bisnis ulat bumbung sekarang makin marak digeluti di Surabaya lantaran menjanjikan keuntungan besar. Sejumlah warga tak segan-segan berlomba-lomba menekuni bisnis binatang menjijikan itu lantaran memberikan jaminan masa depan yang pasti.
Terhitung sudah puluhan orang yang menerjuni bisnis ulat bambu itu di kota Pahlawan, mulai dari kecil-kecilan sampai yang berkapasitas besar. Menariknya, bisnis ulat bumbung itu, sebagian besar dijadikan usha sampingan. Kendati demikian, hasilnya bisa mengalahkan pendapatan utama. Percaya ?
Setidaknya hal ini dibenarkan Arik, pebisnis ulat bumbung yang beralamat di Lidah Luon surabaya. Awalnya ia memenuhi pesanan seorang di Kalimantan. Ibarat mendapat durian runtuh, pesanan ulat bumbung terus bertambah lantaran peminatnya melimpah di Kalimantan.
Para pemesan akhirnya melimpah juga jumlahnya di Tanaha Borneo itu dimana yang tadinya hanya satu pemesan, sekarang lebih dari sepuluh pemesan. Hebatnya lagi, para buyer di Kalimantan minta kiriman rutin ulat bumbung tersebut dalam jumlah yang meningkat.
Dengan pesanan sebesar itu. Arik justru kewalahan lantaran pasokan dari petani mitra amat terbatas. Ia pun mulai mencari mitra baru. Kaalau tahun lalu hanya mengandalkan pasokan ulat bumbung dari jember dan Probolinggo, sekarang ia mencari pasokan dari wilayah Jawa Barat terutama daerah Garut dan Tasikmalaya.
Beruntung, dalam waktu sekejab ia berhasil menjalin kerjasama dengan petani mitra yang ada di dua daerah tersebut. Kendati pasokan tidak banyak, tapi bisa rutin.
“Saya sekarang dipasok ulat bambu dari petani Garut dan Tasikmalaya kendati jumlahnya tidak begitu banyak,” kata Arik kepada AGROBIS di kediamannya Lidah Kulon Surabaya belum lama ini.
Pasokan ulat bumbung dirasa sangat sulit karena didaerah sentra macam Tasikmalaya dan Garut juga tergolong langka. Kalau pun ada, jumlahny amat terbatas. Sebab itu, Arik tidak menyia-nyiakannya pasokan yang ada asal bisa memenuhi permintaan dari luar daerah terutama buyer Kalimantan.
Dari bisinis ulat bumbung yanng ia tekuni sejak 2007 itu, Arik mendapatkan keuntungan yang lumayan karena dalam setiap minggunya ia bisa mengirim rutin ulat bumbung sebanyak 7500-10.000 ekor ke Kalimantan. Bahkan kalau pasokan lagi besar, ia bisa mengirim ulat bumbung 2 hingga 3 kali lipat dari pengiriman rutinnya sehingga pendapatannya bisa 3-5 juta perbulan.
siap menerima pasokan
Permintaan ulat bambu dirasa sangat besar oleh Arik sampai ia menolak orderan lantaran tidak didukung pasokan yang ada. “Saya harus nolak-nolak pesanan karena saya tak punya pasokan. Jadinya saya hanya mengirim pada beberapa pemesana saja di Kalimantan. Sedang orderan dari daerah lain kami tolak, ” jelas Arik.
Agar tidak mengecewakan para pemesan dan pelanggan lama. Arik sekarang berusaha mencari bahan baku (pemasok)ulat bumbung dengan mencari informasi keman-mana. Akhirnya ia pun menemukan mitra baru dari Salatiga Jawa Tengah. Kendati tidak banyak, tapi ulat bambu dari daerah itu sudah menambah stoknya.
“Alhamdulillah Stok bisa bertambah sehingga bisa meningkatkan volume ulat pengiriman ulat bambu, bahkan bisa memenuhi permintaan buyer lain yang sudah lama menunggu, “papar Arik.
Mengingat kebutuhan yang besar ” nyomplang” dengan pasokan, Arik benar-benar berharap bantuan warga dimana saja. “Saya siap menampung ulat bumbung dari petani mana saja dan berapa pun jumlahnya. semua akan saya tampung dengan harga yang standar,” jelas Arik berharap.

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada November 19, 2011 in Budidaya Potensial

 

Tag: , , , , ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.